Memasuki Juni 2026, sejumlah wilayah Indonesia mulai menghadapi persoalan kekeringan akibat berkurangnya curah hujan. Salah satu wilayah yang mengalami kondisi tersebut adalah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kekeringan di daerah tersebut telah berlangsung sejak akhir Mei karena hujan tidak turun dalam waktu yang cukup lama.
Kondisi kemarau juga menjadi perhatian di beberapa wilayah lain, seperti Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Kekeringan yang berlangsung lama dapat menyebabkan berkurangnya persediaan air untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertanian.
Jika tidak ditangani dengan baik, kekurangan air dapat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Petani dapat mengalami kesulitan dalam mengairi lahan, sedangkan masyarakat dapat menghadapi keterbatasan air bersih.
Oleh sebab itu, penghematan air, pembuatan tempat penyimpanan air, serta pengelolaan sumber daya air secara bijaksana menjadi langkah penting dalam menghadapi musim kemarau.
