Boyolali, 30 Desember 2024 – Program Studi Lingkungan (PSL) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kemitraan strategis dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali. Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilaksanakan pada Senin, 30 Desember 2024, di Aula DLH Kabupaten Boyolali. Acara ini dihadiri oleh Dra. Ali Noor Anna, M.Si., selaku perwakilan dari PSL UMS, dan Suraji, S.T., M.Si., yang mewakili DLH Boyolali.
Perjanjian ini mencakup tiga ruang lingkup utama, yaitu pemetaan dan monitoring potensi mata air, pengelolaan sampah serta monitoring bank sampah, dan penyediaan bantuan tenaga ahli untuk mendukung pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Boyolali. Langkah ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Pada kesempatan tersebut, Dra. Ali Noor Anna, M.Si., menyampaikan bahwa kerjasama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya lingkungan secara berkelanjutan. “Melalui sinergi ini, kami ingin mendukung Boyolali dalam mengelola lingkungan hidupnya dengan pendekatan berbasis data dan teknologi,” ujar Ali Noor Anna.
Sementara itu, Suraji, S.T., M.Si., mengungkapkan rasa optimisnya terhadap kerjasama ini. Menurutnya, kehadiran PSL UMS sebagai mitra strategis akan memperkuat kapasitas DLH Boyolali, terutama dalam mengelola potensi mata air dan pengelolaan sampah yang menjadi tantangan utama daerah. “Kami percaya, kolaborasi ini dapat menghasilkan solusi inovatif untuk menjaga kelestarian lingkungan di Boyolali,” tuturnya.
Kerjasama ini diharapkan menjadi langkah awal untuk pengembangan program-program lingkungan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak. Dengan dukungan dari tenaga ahli PSL UMS, DLH Boyolali optimis dapat memperbaiki kualitas pengelolaan lingkungan hidup sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.